Wendell Lira Raih Puskas Award 2015

Kamis, 14 Januari 2016


Sampai beberapa bulan lalu, tidak banyak orang yang mengenal Wendell Lira, bahkan di negaranya sendiri, Brasil. Tapi, satu gol yang dibuatnya di liga regional di Brasil telah mengubah hidupnya.

Pada 11 Maret 2015, Lira bersama klubnya, Goianesia, memainkan pertandingan pekan kesembilan Campeonato Goiano melawan Atletico-GO. Campeonato Goiano adalah liga sepakbola di negara bagian Goias.

Di menit ke-28, Lira membawa Goianesia memimpin. Gol tersebut tercipta lewat kerja sama cantik antara tiga pemain Goianesia. Lira yang berdiri membelakangi gawang kemudian langsung menyambar umpan rekannya dengan bicycle kick. Pada akhirnya, Goianesia memenangi laga dengan skor 2-1.

Gol tersebut tak cuma berperan dalam kemenangan Goianesia. Gol itu pada akhirnya membawa sang pencetaknya mendunia.

Delapan bulan berselang, tepatnya 6 November 2015, FIFA mengumumkan 10 kandidat Gol Terbaik 2015. Gol Lira ke gawang Atletico-GO ada di dalam daftar tersebut. Tiga pekan kemudian, FIFA mengumumkan bahwa gol Lira jadi finalis untuk penghargaan Puskas Award 2015, bersaing dengan Lionel Messi dan Alessandro Florenzi.

Jadi finalis Puskas Award 2015, Lira pun terbang ke Zurich, Swiss, untuk menghadiri malam penganugerahan Ballon d'Or 2015 yang digelar pada Senin (11/1/2016) malam waktu setempat. Bagi Lira, itu adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki di Eropa.

Saat tiba pengumuman pemenang Puskas Award 2015, nama Lira-lah yang tertera di kartu yang dipegang oleh Hidetoshi Nakata yang bertugas untuk mengumumkannya. Gol Lira rupanya mendapat suara terbanyak di antara tiga finalis, termasuk mengalahkan gol idolanya, Messi, untuk merebut predikat Gol Terbaik 2015.

Gol Lira mendapat 46,7% suara dari total 1,6 juta suara yang masuk selama periode voting di situs resmi FIFA dan francefootbal.fr sejak November lalu. Sementara gol Messi ke gawang Athletic Bilbao mendapat 33,3% suara. Sepakan jarak jauh Florenzi ke gawang Barcelona memperoleh 7,1% suara.

"Sejujurnya ini terasa seperti mimpi. Saya sulit percaya bertemu begitu banyak bintang, apalagi masuk nominasi bersama Messi dan kemudian gol saya mengalahkannya dalam pemungutan suara," ujar pemain bernama lengkap Wendell Silva Lira itu di situs resmi FIFA.

Lira sempat menganggur setelah dilepas oleh Goinesia di akhir kompetisi. Pemain kelahiran 7 Januari 1989 itu bahkan sedang tak terikat kontrak dengan klub manapun saat golnya diumumkan oleh FIFA masuk ke dalam nominasi Puskas Award 2015.

Tapi berkat nominasi itulah Lira kembali mendapatkan klub. Tak lama setelah pengumuman daftar Gol Terbaik 2015 dirilis oleh FIFA, Lira mendapat tawaran dari Vila Nova, klub yang kini dia perkuat.

Kisah Lira lantas berakhir bahagia di Zurich hari Senin kemarin lewat trofi Puskas Award 2015 yang dia bawa pulang. Sepakbola dunia kini sudah mengenalnya.

"Ketika saya mencetak gol itu, dalam pertandingan di kejuaraan regional di Goias yang ditonton 297 orang, saya tidak pernah mengira bahwa itu akan mengubah hidup saya," kata penyerang berusia 27 tahun itu.

"Saya masih tidak bisa memercayainya. Sepertinya semua sudah tertulis," ucapnya.

Berita Terkait: