PSV Eindhoven Juara Liga Belanda 2026

Rabu, 29 April 2026

PSV Eindhoven memastikan diri menjadi juara Liga Belanda (Eredivisie) 2026. Kepastian itu didapat setelah rival terdekat Feyenoord gagal meraih kemenangan.
PSV sebelumnya menang dramatis 4-3 atas FC Utrecht. Sehari berselang, Feyenoord hanya bermain imbang 0-0 melawan FC Volendam.

Hasil tersebut membuat PSV unggul 17 poin di puncak klasemen Liga Belanda, dengan lima laga tersisa. Secara matematis, posisi mereka sudah tidak mungkin lagi terkejar.

Keunggulan 17 poin membuat PSV jadi juara Eredivisie paling cepat dalam kalender, melampaui rekor mereka sendiri pada 1978. Tak hanya itu, sebut ESPN, PSV juga mencatat rekor sebagai juara tercepat dari sisi jumlah pertandingan sejak Feyenoord musim 1999.

Gelar ini menjadi yang ketiga beruntun bagi PSV di Eredivisie, sekaligus menegaskan dominasi mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak tahun 2000, PSV sudah meraih 12 gelar liga, terbanyak dibanding klub lain. Ajax berada di posisi kedua dengan sembilan gelar dalam periode yang sama.

Secara keseluruhan, ini menjadi gelar liga ke-27 bagi PSV sepanjang sejarah.
Baca Selengkapnya - PSV Eindhoven Juara Liga Belanda 2026

Bayern Muenchen Juara Liga Jerman 2026

Kompetisi Liga Jerman atau Bundesliga musim 2026 memasuki pekan ke-31 dengan kepastian gelar juara yang telah dikunci oleh Bayern Muenchen akhir pekan lalu.

Dengan koleksi 79 poin dari 30 pertandingan, posisi Die Roten di puncak klasemen secara matematis sudah tidak bisa dikejar oleh para pesaingnya.


Meski demikian, tensi pertandingan akhir pekan ini dipastikan tetap panas karena fokus kini beralih pada perburuan tiket zona kompetisi Eropa dan persaingan menghindari jurang degradasi.


Borussia Dortmund yang berada di peringkat kedua akan berusaha mengamankan status runner-up.

Baca Selengkapnya - Bayern Muenchen Juara Liga Jerman 2026

Liam Rosenior Dipecat Chelsea

Jumat, 24 April 2026

Chelsea resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Liam Rosenior menyusul ambruknya performa The Blues dalam beberapa pekan terakhir. Liam Rosenior sebenarnya baru ditunjuk pada Januari dengan kontrak hingga 2032 tetapi ia hanya bertahan kurang dari empat bulan di Stamford Bridge.

Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion yang membuat Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak gol. Dalam pernyataan resmi klub, Chelsea menegaskan bahwa keputusan mengakhiri kerjasama dengan pelatih berusia 41 tahun tersebut tidak diambil secara gegabah.


Ini bukan keputusan yang diambil dengan ringan, namun hasil dan performa terbaru berada di bawah standar dibutuhkan, sementara musim masih menyisakan banyak pertandingan,” tulis pernyataan klub. “Seluruh pihak di Chelsea FC mendoakan yang terbaik untuk Liam di masa depan


Rentetan hasil negatif di bawah asuhan Rosenior menjadi catatan terburuk klub sejak 1912, ketika Chelsea terakhir kali mengalami lima kekalahan beruntun di Liga Inggris tanpa mencetak gol. Performa tim juga menurun signifikan setelah awal yang menjanjikan, di mana Rosenior sempat memenangkan empat laga pertamanya di Liga Inggris.

Baca Selengkapnya - Liam Rosenior Dipecat Chelsea

Marco Rose Resmi Pelatih Bournemouth

Minggu, 19 April 2026

Bournemouth dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menunjuk Marco Rose sebagai pelatih kepala baru mereka mulai musim 2026/2027.

Kesepakatan ini menyusul pengumuman mengejutkan pekan lalu bahwa Andoni Iraola akan meninggalkan Bournemouth pada akhir musim ini.

Bournemouth setuju untuk menunjuk Marco Rose sebagai pelatih kepala baru pada musim 2026/2027.

Kehadiran Rose diharapkan dapat membawa Bournemouth ke level berikutnya, mengingat pengalamannya membawa klub-klub Bundesliga bersaing di Liga Champions.

Pengumuman resmi mengenai Marco Rose diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Baca Selengkapnya - Marco Rose Resmi Pelatih Bournemouth

Viktor Axelsen Resmi Pensiun dari Badminton

Kamis, 16 April 2026

Viktor Axelsen resmi pensiun dari badminton lewat media sosial pribadinya pada Rabu 16 april 2026.

Viktor Axelsen menjelaskan, cedera punggung menjadi alasannya gantung raket lebih cepat. Saat ini usia Axelsen baru 32 tahun, atau bukan usia akhir bagi atlet bulutangkis.

Axelsen mulai sering absen dari kejuaraan bulu tangkis sejak cedera punggung pada April 2025. Hingga April 2026 ini atau setelah setahun, Axelsen tidak kunjung pulih.

Sebelum menyatakan pensiun, Axelsen sempat menjadi atlet nomor satu BWF. Ia juga telah meraih semua kejuaraan besar dunia, dari emas Olimpiade hingga Kejuaraan Dunia.

"Karena masalah punggung saya yang berulang, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Setelah menjalani operasi endoskopi, beberapa suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala cara untuk bebas dari rasa sakit selama ini, saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya," kata Axelsen.
Baca Selengkapnya - Viktor Axelsen Resmi Pensiun dari Badminton

Iklan