Daftar Pemenang AMI Awards 2018

Kamis, 27 September 2018

Malam penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018 telah selesai, Kamis (27/9) dini hari.

Pengumuman pemenang Karya Produksi Terbaik Terbaik yang diraih Dipha Barus dan Monica Karina lewat lagu 'Money Honey (Counte Me In)' menutup malam penghargaan tertinggi musik Indonesia itu.

Penghargaan tersebut memastikan Dipha menjadi raja dalam perayaan ke-21 AMI Awards dengan total tiga penghargaan.

Sebelumnya ia meraih penghargaan Karya Produksi Rap/ HipHop Terbaik lewat lagu 'Decide' bersama Ramengvrl, A. Nayaka & Matter Mos dan Karya Produksi Kolaborasi Terbaik lewat lagu 'Money Honey (Counte Me In)' bersama Monica Karina.

Kemudian Siti Badriah dan Candra Darusman sama-sama meraih dua penghargaan. Siti meriah penghargaan Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik dan Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik lewat lagu 'Lagi Syantik' yang diciptakan Yogi RPH dan Donall.

Sementara Candra meraih Album Terbaik Terbaik dan Album Pop Terbaik lewat album 'Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist)'. Album itu berisikan karya Candra yang dinyanyikan sejumlah musisi berbeda.

Berikut daftar lengkap pemenang AMI Awards 2018:

Album Terbaik Terbaik:
'Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist)' - Signature Music Indonesia / Demajors

Karya Produksi Terbaik Terbaik:
'Money Honey (Count Me In)' - Dipha Barus & Monica Karina (Pon Your Tone / Juni Records)

Pendatang Baru Terbaik Terbaik:
Marion Jola - 'Jangan'



Bidang Pop

Artis Solo Wanita Pop Terbaik:
Yura Yunita - 'Harus Bahagia'

Artis Solo Pria Pop Terbaik:
Anji - 'Menunggu Kamu'

Duo/Grup/Vokal Grup/Kolaborasi Pop Terbaik:
Arsy Widianto & Brisia Jodie - 'Dengan Caraku'

Pencipta Lagu Pop Terbaik:
Eross Candra - 'Film Favorit' (Sheila On 7)

Penata Musik Pop Terbaik:
Ari Renaldi - 'Harus Bahagia' (Yura Yunita)



Album Pop Terbaik:
'Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (Various Artist)'

Bidang Rock

Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik:
Toto Tewel - 'Kontra'

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Rock Terbaik:
Pee Wee Gaskins - 'Fluktuasi Glukosa'

Album Rock Terbaik:
'Kebersamaan' - Indonesia Kita

Bidang Jazz

Artis Instrumentalia Jazz Terbaik:
Joey Alexander - 'Moments Notice'

Lihat juga: Benyamin, Bing Slamet, Jack Lesmana 'Manggung' di AMI Awards

Artis Jazz Vokal Terbaik:
NonaRia - 'Antri Yuk'

Album Jazz Terbaik:
Metamorfosa - 'Andien'



Bidang R&B

Artis Solo Pria/Wanita R&B Terbaik:
Isyana Sarasvati - 'Winter Song'

Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi R&B Terbaik:
Gamaliel Audrey Cantika - 'Sailor'



Bidang Dangdut

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Terbaik:
Fildan - 'Terima Kasihku'



Artis Solo Pria/Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik:
Siti Badriah - 'Lagi Syantik'

Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/ Dangdut Kontemporer Terbaik:
Shaggydog & NDX AKA Familia - 'Ambilkan Gelas'

Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik:
Yogi RPH & Donall - 'Lagi Syantik' (Siti Badriah)

Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer Terbaik:
Bayu Onyonk - 'Jaran Goyang' (Nella Kharisma)



Bidang Lagu Anak-anak

Artis Solo Laki-laki dan Perempuan Anak-anak Terbaik:
Naura - 'Berani Bermimpi'



Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Anak-anak Terbaik:
Jakarta Movement of Inspiration, Maisha Kanna & Annisa Haryanti - 'Lihatlah Lebih Dekat'

Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik:
Simhala Avadana & Duhita Panchatantra - 'Berani Bermimpi' (Naura)

Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik
Erwin Gutawa - 'Do'a Untuk Orang Tua' (Aura Gutawa)



Bidang Karya Produksi

Karya Produksi Kroncong/ Kroncong Kontemporer/Langgam/Stambul Terbaik:
Dony Koeswinarno, Tompi - 'Hanyalah Untukmu'

Karya Produksi Alternatif Terbaik:
NOAH - 'Jalani Mimpi'



Karya Metal/ Hardcore Terbaik:
Seringai - 'Selamanya'

Karya Produksi Rap/ HipHop Terbaik:
Dipha Barus, Ramengvrl, A. Nayaka & Matter Mos - 'Decide'

Karya Produksi Reggae/ Ska/ Rocksteady Terbaik:
Souljah, Neida & Ilham HiVi! - 'Bebas Bebas Aja'

Karya Produksi Kolaborasi Terbaik:
Sheryl Sheinafia, Rizky Febian & Chandra Liow - 'Sweet Talk'

Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik:
Raisa - 'Teduhnya Wanita' (Ost Ayat Ayat Cinta 2)

Lihat juga: Raisa Persembahkan Piala AMI Awards 2018 untuk Wanita

Karya Produksi Grup Vokal Terbaik:
Gamaliel Audrey Cantika - 'Suara'

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik:
Jogja Hip Hop Foundation - 'Ngene/Ngono'

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik:
Sabyan - 'Ya Maulana'

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik:
JPCC Worship - 'Sampai Akhir Hidupku'

Karya Produksi Instrumentalia Terbaik:
Gerald Situmorang - 'Dice'

Karya Produksi Dance Terbaik:
Soundwave - 'Peace'

Karya Produksi Elektronika Terbaik:
Dipha Barus & Monica Karina - 'Money Honey'

Karya Produksi Progressive Terbaik:
ILP - 'Ascension'

Karya Produksi Folk/ Country/ Balada Terbaik:
Endah N Rhesa - 'Menua Bersama'

Karya Produksi Urban Terbaik:
Afgan, Isyana Sarasvati & Rendy Pandugo - 'Heaven'

Karya Produksi World Music Terbaik:
Dwiki Dharmawan & Dewi Gita - 'Impenan'

Lihat juga: 'Nike Ardilla' Bangkit di Panggung AMI Awards 2018

Karya Produksi Re-aransemen Terbaik:
Hanin Dhiya - 'Pupus'

Bidang Penunjang Produksi Produser Rekaman Terbaik:
Anindyo Baskoro, Ilman Ibrahim Isa & Arya Aditya Ramadhya / Universal Music Indonesia - 'Jangan' (Marion Jola & Rayi Putra)

Grafis Desain Album Terbaik:
Ardneks - 'Transition' (Rafi Muhammad)

Tim Produksi Terbaik:
Brotherland Studio & Mabes Music - 'Lagu Untukmu' (Raisa)
Baca Selengkapnya - Daftar Pemenang AMI Awards 2018

Luka Modric Pemain Terbaik FIFA 2018

Selasa, 25 September 2018

Gelar The Best FIFA Football Awards 2018 diadakan di London pada hari Selasa (25/09). Acara penghargaan award ini merupakan agenda tahunan FIFA untuk memberikan penghargaan kepada insan-insan terbaik dalam sepakbola.

Puncak dari seremoni ini biasanya adalah pengumuman pemain terbaik dunia versi FIFA. Perebutan trofi pemain terbaik ini dinilai paling bergengsi dibanding penghargaan lainnya, meski pamornya masih kalah jauh dibanding Ballon d'Or.

Untuk tahun ini, finalisnya adalah Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Mohamed Salah. Artinya, Lionel Messi untuk kali pertama tak lagi masuk sebagai finalis dalam penghargaan individu.

Ronaldo membawa Madrid menjadi juara Liga Champions, menjadi top skorer dan menorehkan rekor selalu mencetak gol dalam 11 pertandingan Liga Champions secara beruntun. Modric juga turut mengantarkan Madrid juara Liga Champions dan kemudian membawa Kroasia mencapai final Piala Dunia. Mohamed Salah membawa Liverpool ke final Liga Champions dan secara pribadi menorehkan banyak rekor istimewa dengan koleksi golnya.

Modric terpilih menjadi yang terbaik dalam penghargaan kali ini, kemungkinan karena ia yang paling bersinar di kompetisi yang digelar FIFA; Piala Dunia. Modric sukses mengalahkan Ronaldo dan Salah yang tak mampu membawa negara masing-masing melaju jauh di Rusia lalu.

Ronaldo memutuskan untuk tidak menghadiri ajang penghargaan ini. Sementara itu, Salah masih bisa membawa pulang satu trofi lantaran ia memenangkan Puskas Award.
Baca Selengkapnya - Luka Modric Pemain Terbaik FIFA 2018

Tottenham Hotspurs 1-2 Liverpool (15/9/2018)

Sabtu, 15 September 2018

Tottenham Hotspurs menjamu Liverpool pada pekan ke-5 Premier League di Wembley, Sabtu (15/9/2018) malam. Spurs harus mengakui keunggulan The Reds dengan skor 1-2 dan menelan kekalahan keduanya pada musim ini.

Dua gol Liverpool dicetak oleh Georginio Wijnaldum dan Roberto Firmino. Gol Spurs dicetak oleh Erik Lamela. Dengan hasil ini, maka pasukan Jurgen Klopp tetap kokoh berada di puncak klasemen Premier League dengan raihan 15 poin dari lima laga.

Liverpool yang menjadi tamu tidak butuh waktu lama untuk segera menebar ancaman ke gawang Tottenham. Pada menit ke-3, Sadio Mane membobol gawang Spurs. Namun, gol Mane harus dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.

Pasa momen tersebut, Spurs coba menurunkan tempo permainan. Christian Eriksen beberapa kali membangun serangan Spurs. Tapi, Virgil van Dijk mampu menutup ruang gerak Harry Kane yang jadi tujuan akhir serangan Spurs.

Sebuah kesalahan terjadi di lini belakang Spurs pada menit ke-23. Bola berhasil dicuri oleh Mohamed Salah. Namun, eksekusi akhir Salah masih bisa digagalkan oleh Vorm. Kedua kubu masih belum berhasil cetak gol sejauh ini.

Setengah jam laga berjalan, Kane mendapat peluang bagus. Tapi, sepakannya masih bisa diblok pemain belakang Liverpool dan melebar dari gawang Alisson. Satu menit sebelumnya, Alisson mampu menggagalkan sepakan bebas Eriksen.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39. Kemelut hasil sepak pojok diselesaikan mampu diselesaikan oleh Georginio Wijnaldum jadi gol. Bola sempat ditepis oleh kiper, tapi teknologi garis gawang mengesahkan gol pemain asal Belanda.

Lima menit babak pertama tersisa, kedua kubu tidak mampu menambah gol. Liverpool menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Spurs.

Liverpool bermain bagus pada awal babak kedua. Pasukan Jurgen Klopp mampu lebih menciptakan peluang berbahaya. Pada menit 50, Mane melepaskan tendangan keras tapi masih ada Vorm yang menyelamatkan gawang Spurs.

Tapi, Vorm kemudian harus memungut bola dari gawangnya pada menit ke-54. Bermula dari umpan Mane yang gagal dihalau dengan sempurna oleh Jan Vertonghen, Roberto Firmino membawa Liverpool unggul dengan skor 2-0.

Mauricio Pochettino merespon ketinggalan tersebut dengan memasukkan dua pemain bernaluri menyerang. Erik Lamella lebih dulu dimainkan. Kemudian, Son Heung Min yang baru pulang dari Asian Games 2018 masuk pada menit ke-74.

Menit ke-84, Lamela merangsek ke sektor pertahanan Liverpool. Alih-alih memberi umpan pada Kane, pemain asal Argentina memilih mengeksekusi peluangnya sendiri. Tapi, sepakan mendatar Lamela masih tipis di sisi gawang Alisson.

Spurs terus berupaya mendapatkan gol pada sisa waktu yang tersisa. Menit 90+3, Lamela membobol gawang Alisson usai menerima umpan Eriksen. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta untuk Spurs. The Lily White pun harus kalah dengan skor 2-1.
Baca Selengkapnya - Tottenham Hotspurs 1-2 Liverpool (15/9/2018)

Daniel Zhang Pengganti Jack Ma di Alibaba

CEO Alibaba saat ini, Daniel Zhang, akan mewarisi kursi Jack Ma tahun depan yakni sebagai pemimpin di Alibaba, perusahaan e-commerce dengan nilai 420 miliar dollar AS.

Menggantikan sosok pemimpin yang penting dalam perkembangan teknologi di China membuat Zhang banyak disorot dunia. CEO yang bekerja untuk Alibaba selama lebih dari satu dekade tersebut dianggap sebagai "sepasang tangan yang aman."

"Daniel telah berperan dalam membawa Alibaba ke skala saat ini," kata John Choi, kepala riset internet China di bank investasi Daiwa Capital Markets seperti dikutip dari CNN Money, Rabu (12/9/2018).

Sebelum menjabat menjadi CEO Alibaba pada 2015, Zhang menghabiskan sebagian besar kariernya di anak perusahaan belanja online di Alibaba yang bernama Bonanza.

Alibaba menggambarkan Daniel Zhang sebagai "arsitek kunci" dari Singles Day, sebuah helatan besar dalam upaya meningkatkan penjualan yang kemudian menjelma menjadi hari belanja terbesar di dunia.

Kegilaan belanja online yang berlangsung pada 11 November menghasilkan penjualan yang lebih besar dari kombinasi Black Friday dan Cyber Monday. Tahun lalu, pergelaran itu mencatatkan penjualan hingga 25 miliar dollar AS.

Zhang mulai bekerja di Alibaba pada tahun 2007 sebagai kepala keuangan perusahaan Taobao Marketplace, yang kemudian dia kembangkan menjadi salah satu bisnis utama grup.

Sebelum bergabung dengan Alibaba, dirinya berasal dari Shanda Interactive Entertainment, yakni sebuah pengembang game online terkemuka China yang terdaftar di Nasdaq.

Keputusannya untuk keluar dari industri game yang berkembang pesat saat itu karena terlibat obrolan selama satu jam dengan Jack Ma di kantor pusat Alibaba di kota Hangzhou di timur.

"Alasannya adalah karena saya pikir e-commerce memiliki masa depan yang cerah, dan itulah awalnya," kata Zhang kepada situs berita Alibaba tahun lalu.

Kenaikan jabatan Zhang ini pasti untuk mempertahankan bisnis Alibaba sekuat sekarang, tapi setiap gaya kepemimpinan seseorang pasti akan berbeda.

Jack Ma melabelkan Daniel Zhang sendiri sebagai seorang entertainer, berdandan seperti Michael Jackson dan seorang rocker punk untuk tampil di acara-acara perusahaan.

Selain itu, menurut salah seorang penulis Alibaba: The House That Jack Ma Built, Ducan Clark, mengatakan bahwa Zhang lebih kalem dan sederhana.

"Dia sopan santun, dia lebih seperti Clark Kent, sedangkan Jack adalah Superman," kata Duncan.
Baca Selengkapnya - Daniel Zhang Pengganti Jack Ma di Alibaba

Jack Ma Pensiun dari Alibaba

Bos sekaligus pendiri Alibaba Group, Jack Ma mengatakan jika dirinya akan pensiun dari bisnis e-commerce raksasa asal China itu. Jack Ma akan pensiun dini mulai Senin (10/9/2018) pekan depan.

Tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Ma ke-54. Ma mengatakan akan mengabdikan dirinya sebagai filantropi di dunia pendidikan.

Jack Ma yang dulu pernah menjadi pengajar Bahasa Inggris mengatakan ingin menghabiskan waktunya untuk pendidikan.

"Saya mencintai dunia pendidikan," aku pria yang juga disapa "Teacher Ma" itu, seperti dilansir The New York Times dan dirangkum KompasTekno, Sabtu (8/9/2018),

Bagi Ma, keputusan untuk pensiun bukanlah akhir segalanya. "Justru ini adalah era yang baru".

Di antara sejawat di generasinya, Jack Ma menjadi yang pertama pensiun dari industri digital. Ma memang pernah mengungkapkan keinginan untuk mengikuti jejak bapak Microsoft, Bill Gates yang mendirikan yayasan atas namanya.

Jack Ma pun sudah menyiapkan yayasan bernama Jack Ma Foundation yang didirikan tahun 2014. Ia pernah mengatakan jika dirinya tidak mungkin sekaya Bill Gates, namun ia akan pensiun lebih cepat dibanding Bill Gates yang kala itu undur diri pada usia 58 tahun.

Entah sengaja atau tidak, menariknya, pensiunnya Ma dari bisnis e-commerce dan beralih ke dunia pendidikan, bertepatan dengan Hari Guru di China.

Jack Ma akan meninggalkan Alibaba, bisnis yang mulai sejak tahun 1999, namun ia tetap akan menjadi mentor manajemen di perusahaan tersebut.

Alibaba menjadi pionir bisnis e-commerce di China dan sangat memiliki pengaruh cukup besar. Bagaimana ia mendominasi e-commerce dan pembayaran digital, serta mengubah gaya belanja masyarakat di China, menunjukkan peran Jack Ma dan Alibaba yang dipimpinnya sangat fundamental.

Bersama Alibaba Group, Jack Ma pernah menyandang gelar sebagai manusia terkaya di benua Asia sebelum gelarnya direbut Mukesh Ambani dari India versi Forbes.

Di dalam internal Alibaba, pensiunnya Ma disebut melengkapi transisi jabatan eksekutif. Jack Ma sendiri mundur dari kursi CEO Alibaba tahun 2013 dan digantikan Daniel Zhang yang digadang akan menjadi "Jack Ma masa depan".

Setelah mundur dari CEO, Jack Ma masih menjadi simbol Alibaba Group dan menjadi arsitek strategi jangka panjang e-commerce itu. Ma juga masih memiliki 6,4 persen saham di Alibaba.

Bulan lalu, Alibaba melaporkan pembukuan kuartal terakhir dengan peningnkatan tajam 60 persen dengan total pendapatan 40 miliar dollar AS atau hampir mendekati angka Rp 600 triliun dengan kurs rupiah saat ini.
Baca Selengkapnya - Jack Ma Pensiun dari Alibaba