LeBron James Resmi Pemain Philadelphia 76ers 2026/2027
Sabtu, 25 Juli 2026
Milwaukee Bucks Juara NBA 2021
Jumat, 23 Juli 2021
LA Lakers Juara NBA 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Gelar juara NBA Los Angeles Lakers semakin lengkap saja. Bintang Lakers, LeBron James, berhasil jadi MVP Final NBA 2020. Mantap!
Pada laga final keenam di dventHealt Arena, Bay Lake, Florida, Minggu (11/10/2020) waktu setempat, atau Senin (12/10) pagi WIB. Lakers, yang membawa keunggulan 3-2 dari lima game final sebelumnya, langsung tampil dominan sejak kuarter awal.
Lakers tak ingin lama-lama menantikan gelar juara dan langsung menghajar habis Heat yang sepert kehabisan tenaga. Hingga akhirnya Lakers menang 106-93 untuk mengunci gelar juara NBA dengan agrega total 4-2 dalam sistem best of seven.
James tampil luar biasa pada laga final ini karena dia mampu menorehkan triple-double, 28 poin, 14 rebound, dan 10 assist. Bagi LeBron ini adalah cincin NBA keempat mereka setelah Miami Heat (dua kali) dan sekali bareng Cleveland Cavaliers.
Atas performa hebatnya sepanjang partai final dengan rataan nyaris 30 poin per gim, maka James dinobatkan sebagai MVP Final 2020. Ini jadi MVP Final keempat James setelah 2012, 2013, dan 2016.
Soal raihan MVP Final, James cuma kalah dari Michael Jordan yang punya enam MVP Final. Tapi, James jadi pemain pertama yang mampu meraih MVP Final NBA bersama tiga tim berbeda.
James mengungguli Kareem Abdul-Jabbar, dan Kawhi Leonard yang mampu meraih MVP Final bersama dua tim berbeda. Mantap betul, James!
"Kami hanya ingin dihormati, General Manager Rob Palinka juga ingin dihormati. Pelatih Frank Vogel juga demikian. Tim kami ingin dihormati. Seluruh pendukung Lakers ingin mendapat rasa hormat. Dan saya pun ingin dihormati," ujar LeBron James usai laga final.
Kobe Bryant Meninggal Dunia Karena Kecelakaan Helikopter
Senin, 27 Januari 2020
Mengutip TMZ Sports, Kobe sedang bepergian bersama setidaknya tiga orang lain menggunakan helikopter pribadinya. Helikopter itu terjatuh dan terbakar, pihak terkait sudah merespons secepat mungkin, tapi tidak ada yang selamat.
5 orang dipastikan meninggal dunia, termasuk Kobe. Saksi mata pun mengatakan bahwa mereka mendengar mesin helikopter meledak sebelum terjatuh. Penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi.
Meninggalkan Empat Anak
Kobe memang dikenal biasa menggunakan helikopter selama bertahun-tahun, bahkan saat masih membela Lakers. Kobe menikah dengan Vanessa Bryant dan memiliki empat anak, Gianna, Natalia, Bianca, dan Capri.
Kobe dipertimbangkan sebagai salah satu pemain NBA terbaik sepanjang masa. Dia 18 kali menembus All-Star tim sepanjang 20 tahun kariernya bersama Lakers, juga meraih 5 championships.
Lakers bahkan sengaja mengistirahatkan jersey legendaris Kobe nomor 8 dan 24. Kobe merupakan satu-satunya pemain dalam sejarah Lakers yang mendapatkan kehormatan itu.
Golden State Warriors Juara NBA 2017/2018
Jumat, 29 Juni 2018
Warriors menang atas Cavaliers dengan skor 108-85. Atas hasil ini, secara total, Warriors menang dengan skor 4-0.
Pada laga ini, penggawa Warriors, Stephen Curry, menunjukkan tajinya dengan mencetak 37 poin dengan 7 kali three points.
Tak mau kalah dari Curry, Kevin Durant mencetak 20 poin, 10 assist, 12 rebound.
Sementara itu, LeBron James hanya bisa mencetak 23 poin.
Warriors mendominasi jalannya laga ini. Hal itu dilihat dari perolehan skor pada kuarter pertama, yaitu 25-34 untuk keunggulan tim asuhan Steve Kerr tersebut.
Pada kuarter kedua, Cleveland Cavaliers sempat memberikan perlawanan.
Namun, pada kuarter ketiga dan keempat, mereka tak berkutik sama sekali dan kerap melakukan kesalahan sendiri.
LeBron James dkk kesulitan untuk menembus defense dari Warriors. Sebaliknya, area pertahanan Cavaliers mudah ditembus oleh Curry dkk.
Alhasil, pertandingan pun berakhir dengan skor telak, 108-85, untuk keunggulan Warriors.
Kemenangan ini menjadikan Golden State Warriors mendapatkan gelar juara NBA untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir, yaitu pada 2015, 2017, dan 2018.
Cleveland Cavaliers Juara NBA 2016
Senin, 11 Juli 2016
Gelar juara Cavaliers ditentukan pada gim ketujuh di Oracle Arena, Minggu (19/6/2016) atau Senin pagi WIB. Mereka menang 93-89.
Keberhasilan ini juga menjadi sejarah baru di NBA. Untuk kali pertama, ada tim yang tertinggal 1-3 pada final NBA berhasil membalikkan keadaan dan justru meraih gelar juara.
LeBron James menjadi bintang Cavaliers pada laga ini dengan mencatatkan triple double. Dia mengoleksi 27 poin, 11 rebound, dan 11 assist.
Dari kubu Warriors, Draymond Green menjadi pengumpul poin terbanyak timnya. Dia mengoleksi 32 angka, 15 di antaranya tercipta pada babak pertama dari lima lemparan tiga angka.
Pertandingan gim ketujuh ini berlangsung seru dan ketat. Kedua tim bergantian memimpin perolehan skor pada dua kuarter pertama.
Warriors menutup babak pertama dengan keunggulan 49-42. Akan tetapi, tiga menit kuarter ketiga berjalan, Cavaliers bisa menyamakan poin menjadi 54-54 berkat aksi JR Smith.
Cavaliers sempat menjauh dengan selisih tujuh angka. Namun, Draymond Green dan Stephen Curry berhasil mengejar untuk membuat skor sama kuat 71-71 ketika kuarter ketiga bersisa 1 menit 56 detik.
Kuarter ketiga ditutup dengan 76-75 untuk keunggulan Warriors.
Kevin Love dan Kyrie Irving membawa Cavaliers melaju pada kuarter keempat. Mereka memimpin 81-78 atas tuan rumah dalam tiga menit pertama kuarter terakhir ini.
Tripoin dari Curry dan Klay Thompson membawa Warriors berbalik unggul 85-83. Namun, LeBron James tak mau kalah dengan menyumbang poin sehingga skor sama kuat 89-89 ketika pertandingan bersisa empat menit.
Kegagalan drive James dan dua tembakan tiga angka Warriors membuat skor tersebut bertahan selama lebih dari satu menit.
Andrew Iguodala nyaris membawa timnya unggul. Namun, James berhasil mengeblok usaha dia. Tembakan tiga angka Curry pun gagal.
Irving membawa timnya unggul 92-89 setelah tembakan tiga angkanya berhasil. Warriors mencoba mengejar, tetapi gagal.
James memantapkan keunggulan Cavaliers setelah lemparan bebasnya berhasil.
Cavaliers pun memastikan gelar juara NBA 2015-2016 berkat kemenangan 93-89 atas Warriors.
Pebasket Kobe Bryant Pensiun Cetak 60 Poin di Laga Terakhir
Jumat, 15 April 2016
Salah satu bintang basket terbesar AS, Kobe Bryant, pensiun setelah menjalani karir selama dua dekade dengan penampilan terakhir yang mengagumkan.
Dia mencetak 60 poin untuk membantu LA Lakers kembali secara dramatis dalam permainan melawan Utah Jazz di Los Angeles.
Bryant, 37, menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Lakers, memenangkan titel NBA dan mencatat jumlah skor terbanyak ketiga dalam permainan tersebut.
Tiket untuk permainan terakhirnya bisa dijual mencapai $27.500 atau Rp360 juta lebih.
Bryant mencetak 23 poin dalam perempat waktu keempat untuk membantu timnya mengejar ketertinggalan 15 poin untuk memenangkan pertandingan.
Dia melakukan 50 tembakan dalam permainan dengan skor terbanyak kelima sepanjang karirnya.
Kepada penonton setelah permainan, dia mengatakan, "Saya sangat, sangat lelah. Tapi saya pikir, saya harus terus berusaha karena dukungan penggemar sangat luar biasa dan itulah yang saya pikir akan saya ingat."
Bintang Hollywood, rapper terkenal dan legenda olahraga berada di tengah penonton di Staples Center di Los Angeles.
Departemen transportasi Los Angeles menamai ulang stasiun metro dekat Staples Center sebagai Kobe Station untuk hari itu.
Balai Kota Los Angeles menyalakan lampu ungu dan emas, sesuai warna Lakers.
Meski begitu, koresponden mengatakan bahwa Bryant tak sepenuhnya dikagumi para penggemar.
Penampilannya bisa tidak konsisten dan pada 2003 dia dituduh memerkosa seorang perempuan yang kemudian kasus tersebut berakhir dengan kesepakatan di luar sidang.
Besar di Philadelphia, Kobe Bryant langsung bermain di NBA setelah lulus SMA pada usia 17 tahun.
Dia menjadi pemain termuda yang tampil dalam pertandingan NBA, melawan Dalles pada usia 18 tahun, dua bulan dan 11 hari.
Tracy McGrady Pensiun dari NBA
Selasa, 27 Agustus 2013
McGrady mengumumkan sendiri keputusannya pensiun dari NBA saat tampil di program ESPN First Take. Pemain yang terakhir memperkuat San Antonio Spurs itu total telah menghabiskan 16 tahun berkarier bersama delapan tim berbeda.
"Sudah 16 tahun saya memainkan permainan yang saya cintai. Saya menjalaninya dengan hebat, tapi sekarang adalah waktu untuk mengakhirinya," sahut McGrady seperti diberitakan USA Today.
McGrady pensiun dari NBA dengan rata-rata mencetak 19,6 poin, 5,6 rebound dan 4,4 assist per pertandingan. Dianggap sebagai calon bintang besar NBA, karier pria kelahiran Florida itu terhambat beberapa cedera yang mendatanginya saat masih berusia 20-an.
Langsung memperkuat Toronto Raptors pada tahun 1997, atau setelah selesai menuntaskan SMA, McGrady berada di posisi sembilan draft NBA tahun tersebut. Kariernya lantas berlanjut di Orlando Magic, Houston Rockets, New York Knicks, Detroit Pistons, Atlanta Hawks, Qingdao Eagles (China) dan San Antonio Spurs.
Meski pensiun dari NBA, McGrady tak lantas menyudahi kariernya sebagai pebasket profesional. Dia disebutkan membuka peluang bermain di liga di luar Amerika Serikat.
Miami Heat Juara NBA 2013
Minggu, 23 Juni 2013
Kedua tim langsung menerapkan pertahanan ketat yang meredam perolehan poin masing-masing. Tony Parker jadi pembuka angka bagi Spurs yang langsung dibalas oleh LeBron James. Spurs memimpin tujuh angka lewat dua poin Kawhi Leonard, dengan 11-4, delapan menit kuarter pertama tersisa.
Heat berhasil menyamakan angka, 15-15, lewat jump bank shot, 1 menit 16 detik jelang akhir kuarter. Mereka berbalik memimpin dan akhirnya menutup kuarter pertama dengan keunggulan 18-16.
Ini adalah kali pertama dari tujuh laga final yang dalam hal ini kedua tim meraih poin di bawah 20 pada kuarter pertama.
Memasuki kuarter dua, perolehan poin kedua tim meningkat, dengan Heat memimpin.
Spurs berhasil menyamakan angka menjadi 27 sama, setelah tembakan bebas Tim Duncan. Namun, Heat kembali menjauh.
Spurs kembali menyamakan angka, dua menit sebelum kuarter tersisa, dengan 40-40. Akan tetapi, Heat bertahan dan Dwyane Wade memastikan timnya menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis, 46-44.
Leonard membuka kuarter ketiga dengan menyamakan kedudukan menjadi 46 sama. Saling kejar poin berlanjut.
Di bawah satu menit, Gary Neal membawa Spurs unggul 69-66. Namun, Shane Battier langsung membalasnya dengan tembakan tiga angka.
Manu Ginobili yang kembali jadi starter pada game ini membawa Spurs unggul dua poin, 71-69.
Tepat di penghujung waktu, Mario Chalmers memastikan Heat menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 72-71, berkat tembakan tiga angkanya.
Battier jadi pembuka poin Heat di kuarter keempat, yang membawa mereka menjauh dengan 75-71.
Pertahanan ketat kembali diterapkan kedua kubu. Hingga 3,5 menit kuarter ini berjalan, total poin yang dicetak kedua tim hanya sembilan, dengan Heat memimpin 77-75.
Heat terus menambah angka, sementara Ginobili justru melakukan dua kali turnover berturut-turut. James memastikan timnya unggul enam poin, 83-77, pada 5 menit 39 detik laga tersisa.
Battier kembali melesakkan tembakan tiga angka, untuk memperlebar keunggulan atas Spurs dengan 88-82, hanya 3 menit 19 detik jelang akhir pertandingan.
Spurs kembali mendekat berkat three point play Duncan, 85-88. Layup Wade menambah keunggulan Heat menjadi 90-85, sementara usaha Duncan gagal.
Leonard membuat persaingan semakin memanas, dengan melesakkan tembakan tiga angka, tepat dua menit laga tersisa. 90-88, Heat memimpin.
Laga makin menegangkan saat Chalmers gagal melakukan dua tembakan bebas: Leonard gagal melakukan tembakan tiga angka, tembakan tiga angka Battier tidak tepat sasaran, dan Duncan membuang kesempatan menambah dua angka.
James-lah yang akhirnya jadi pemecah angka. Dengan tembakan dua angkanya, Heat unggul empat angka, 92-88.
Heat akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara setelah menutup laga ini dengan 95-88. Ini merupakan gelar ketiga Heat setelah 2006 dan 2012.
George Karl Pelatih Terbaik NBA 2012/2013
Jumat, 10 Mei 2013
Karl memimpin Nuggets mencatatkan 57 kemenangan, torehan terbaik di kandang sendiri dengan catatan menang-kalah 38-3 dan menjadi unggulan ketiga di Wilayah Barat.
Bagaimanapun, penampilan mereka pada pascamusim mengecewakan, ketika mereka takluk melalui enam pertandingan dari Golden State Warriors pada putaran pertama playoff.
"Saya merasa terhormat mewakili kepelatihan dan menjadi duta mereka sebagai pelatih tahun ini dan terus menyimbolkan kepelatihan hebat di NBA," kata Karl dalam pernyataannya. "Mungkin ada tujuh atau delapan orang yang layak menerima ini dan ada 10 atau 15 pelatih lain yang telah melakukan pekerjaan hebat namun tidak mendapat pengakuan apapun."
Karl, yang merayakan ulang tahun ke-62 pada hari Minggu (12/5) nanti, mendapat trofi Red Auerbach setelah mendapat 62 suara dan menempati peringkat pertama. Ia juga mendulang 404 angka, mengungguli pelatih Miami Heat, Erik Spoelstra (190) dan pelatih New York Knicks, Mike Woodson (127).
Ia menjadi pelatih kedua Nuggets yang memenangi penghargaan itu, setelah Doug Moe pada 1988. Karl merupakan pelatih dengan kemenangan terbanyak keenam di sejarah NBA dengan 1.131 kemenangan sepanjang karirnya.
LeBron James Raih MVP 2012/2013
Senin, 06 Mei 2013
Diwartakan Reuters, ini merupakan gelar MVP keempat James dalam lima tahun. Sebelumnya, forward berusia 28 tahun itu meraihnya pada 2009, 2010 dan 2012.
Pencapaian ini membuat James masuk daftar elite. Sampai saat ini baru ada empat pebasket yang mampu meraih titel MVP setidaknya empat kali yakni Kareem Abdul-Jabbar, Michael Jordan, Bill Russell dan Wilt Chamberlain.
Rekor MVP terbanyak masih dipegang Abdul-Jabbar dengan enam trofi, satu trofi lebih banyak dari Jordan serta Russell dan dua lebih banyak dari Chamberlain dan James.
James tampil impresif di musim ini dengan rata-rata mengemas 26,8 poin, delapan rebound dan 7,3 assist. Mantan pemain Cleveland Cavaliers itu jadi salah satu kunci sukses Heat memuncaki klasemen Wilayah Timur dengan rekor terbaik dalam sejarahnya.
Meski senang menjadi pebasket terbaik namun gelar MVP bukanlah tujuan utama James. Ia mengungkapkan prioritasnya adalah merebut gelar juara NBA bersama Heat.
"Tak mungkin aku bisa memperoleh ini tanpa 14 rekanku yang lain dan pengorbanan yang mereka lakukan untukku," ungkap James. "Aku sangat senang tapi aku berharap ada 15 trofi di sini karena ada sebuah kelompok pria-pria hebat yang memungkinkan aku menjadi MVP.
"Tujuan utamaku adalah memenangi kejuaraan NBA. Itu alasan mengapa aku dibawa kemari. Itulah mengapa aku bergabung Heat saat aku menjadi free agent pada 2010. Tujuannya bukan karena trofi-trofi MVP. Tujuannya adalah untuk memenangi sebuah musim kompetisi dan banyak musim kompetisi lagi -- dan itu masih menjadi prioritas utamaku"
Michael Jordan Menikah Dengan Yvette Prieto
Selasa, 30 April 2013
Pernikahan Jordan dan Prieto digelar di Gereja Bethesda-by-the-Sea Episcopal, Palm Beach, Florida, pada hari Sabtu (27/4/2013) waktu setempat. Sementara resepsi pernikahan digelar di sebuat klub golf privat yang terletak tak jauh dari rumah Jordan.
Di antara tamu yang hadir, tampak mantan pemain NBA seperti Patrick Ewing, Scottie Pippen, Toni Kukoc, dan Ron Harper. Beberapa rekan selebritis seperti Usher dan Tiger Woods juga hadir di acara itu.
Jordan yang kini berusia 50 tahun itu bertemu dengan Pietro (35 tahun) lima tahun yang lalu. Mereka kemudian bertunangan pada bulan Desember tahun 2011.
Sebelumnya, Jordan sudah pernah menikah dengan Juanita Vanoy. Dari pernikahan ini, pemilik Charlotte Bobcats itu dikaruniai tiga orang anak. Namun pasangan yang menikah pada tahun 1989 itu kemudian resmi bercerai pada tahun 2006.
Lakers Pensiunkan Nomor 34 Milik O'Neal
Rabu, 03 April 2013
Seremoni "purna tugas" jersey O'Neal digelar saat halftime pertandingan Lakers melawan Dallas Mavericks, Rabu (3/3/2013) siang WIB di Staples Center, Los Angeles.
Kaus O'Neal bersanding dengan jersey milik legenda Lakers lainnya seperti Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, George Mikan, hingga Jerry West. Jersey milik O'Neal sendiri digantung di sebelah jersey nomor 32 milik Magic Johnson.
O'Neal merupakan salah satu center terbaik yang pernah dimiliki oleh Lakers. Pria dengan tinggi badan 2,16 meter itu memperkuat Lakers sejak tahun 1996 hingga 2004.
Lakers memang bukan satu-satunya klub O'Neal. Sebelum bergabung dengan Lakers, O'Neal memperkuat Orlando Magic. Setelah meninggalkan Lakers, O'Neal tercatat berseragam Miami Heat, Phoenix Suns, Cleveland Cavaliers, dan Boston Celtics sebelum akhirnya pensiun di tahun 2011.
Meski demikian, O'Neal tetap menganggap Lakers sebagai 'rumahnya'. Tiga dari empat gelar NBA yang pernah didapatnya dimenangi bersama Lakers. Dengan tim ini pula O'Neal terpilih sebagai MVP di tiga laga final berturut-turut mulai tahun 2000-2002.
"Aku melakukan sebagian besar kerusakan di sini, memenangi gelar terbanyak di sini, paling senang di sini," tutur O'Neal seperti dikutip Yahoosports.
"Meski aku punya satu gelar bersama Miami, itu menyenangkan, tapi kami punya tiga gelar di sini, tiga gelar secara beruntun. Jika aku cukup bagus untuk masuk di Hall of Fame, aku jelas ingin masuk sebagai seorang Laker," kata pria yang kini berusia 41 tahun itu.
Barat Kalahkan Timur, Chris Paul MVP All-Star 2013
Senin, 18 Februari 2013
Ini adalah kali ketiga berturut-turut, tim bintang-bintang Wilayah Barat menaklukkan rivalnya dari Timur. Terakhir kali Timur menang adalah di tahun 2010, saat All-Star dihelar di Cowboys Arena, Arlington, Texas.
MVP All-Star 2010, Kevin Durant, menjadi pendulang angka terbanyak untuk Barat dengan 30 poin. Yang terdekat dengan raihannya adalah Carmelo Anthony di tim Timur, yang menorehkan 26 angka.
Meski demikian, yang didapuk sebagai pemain terbaik adalah Chris Paul. Point guard LA Clippers itu tampil dominan untuk merancang poin buat tim Barat. Ia membuat 15 assist, plus 20 poin.
NBA All-Star tahun ini untuk pertama kalinya dijadikan sebuah event tim. Tim pemenang mendapatkan 350 ribu dolar AS, yang kalah 150 ribu dolar. Poin masing-masing tim didasari dari hasil slam dunk, 3-point, Shooting Stars, Skills Challenge, dan pertandingan utama.
Total hadiah 500 ribu dolar itu disediakan oleh NBA dan sponsor, dan seluruhnya akan disumbangkan ke sejumlah yayasan sosial, yang dipilih langsung oleh kapten masing-masing tim: Paul (Barat) dan Dwayne Wade (Timur).
Terrence Ross Juara NBA Slam Dunk Contest 2013
Rookie Toronto Raptors Terrence Ross jadi juara baru NBA Slam Dunk Contest 2013. Ross mengalahkan sang juara bertahan Jeremy Evans dalam rangkaian acara All-Star, Minggu (17/2/2013).
Di babak championship, Ross melompati seorang bocah, sebelum melewatkan bola melalui kedua kakinya dan melakukan slam dunk dengan satu tangan untuk memastikan diri membawa pulang trofi juara itu.
Sebelumnya, pebasket yang baru berusia 22 tahun ini, mengenakan jersey Vince Carter untuk mengambil bola hasil lemparan rekan setimnya, Terrence Joss di pinggir papan ring dengan memutar badannya 360 derajat dan melakukan slam dunk dengan satu tangan.
Sedangkan Evans melompati sebuah papan yang ditutupi oleh kain hitam. Setelah sukses melakukan slam dunk, pebasket Utah Jazz ini membuka kainnya dan ternyata papan itu bergambar dirinya sendiri sedang melakukan slam dunk dan menandatangani papan tersebut.
Pada upaya sebelumnya, Evans melakukan slam dunk dengan melompati forward Dallas Mavericks Dahntay Jones. Meski juga keren, namun Evans kalah dari Ross yang mendapatkan 58 persen voting dari para fans.
Kenneth Faried (Denver Nuggets), James White (New York Knicks) dan juara Slam Dunk 2007 Gerald Green (Indiana Pacers) dan Eric Bledsoe (LA Clippers) juga menjadi peserta dari slam dunk contest pada edisi kali ini.
Pada babak pertama, penilaian dilakukan oleh para juri yang beranggotakan pebasket legendaris Hakeem Olajuwon, Clyde Drexler, Dikembe Mutombo, Rudy Tomjanovic dan mantan pebasket NBA Yao Ming.
Adapun pemenang kontes kemampuan lainnya adalah point guard Cleveland Cavaliers Kyrie Irving mengalahkan pemain San Antonio Spurs Matt Bonner dalam three-point contest.
Bintang Miami Heat Chris Bosh yang berada satu grup dengan bintang WNBA Swin Cash dan mantan pebasket Dominique Wilkins memenangi shooting stars contest dengan mengalahkan grup Russell Westbrooks (Oklahoma City Thunder) yang beranggotakan Maya Moore dan mantan pebasket Rockets Robert Horry.
Di kategori Skills Competition, rookie Portland Trailblazer Damian Lillard mengalahkan guard Philadelpia 76ers Jrue Holiday di babak final untuk tampil sebagai juara.
LeBron James Buat Rekor 30 Poin
Kamis, 14 Februari 2013
Di pertandingan NBA yang berakhir Rabu (13/2/2013) WIB, James membukukan 30 poin melalui 11 lemparan dari 15 percobaan. Ia pun masuk buku rekor NBA sebagai pemain pertama yang pernah mencetak minimal 30 angka dalam enam game secara beruntun.
Ditambah donasi 32 poin dari Chris Bosh, 24 dari Dwyane Wade dan 14 dari Ray Allen, Heat pun mengalahkan Blazers dengan skor 117-104. Miami juga sekaligus mengukir kemenangannya yang ke-1.000 di NBA.
"Aku kehilangan kata-kata," ucap James dalam wawancara di televisi seusai pertandingan, seperti dikutip Reuters.
"Seperti sering aku bilang, aku tahu sejarah permainan ini. Aku tahu betapa banyak pemain luar biasa yang menembus berbagai barisan, yang memuluskan jalan buatku dan rekan-rekan setimku. Dan buatku, masuk buku rekor dengan sebuah statistis yang luar biasa ini, statistikku, ini sebuah periode besar."
Sementara LA Lakers merespons kekalahan mereka kemarin dari Heat dengan menundukkan Phoenix Suns dengan skor 91-85.
Dwight Howard dan Antawd Jamison menjadi bintang kemenangan Lakers di kandangnya sendiri itu dengan torehan masing-masing 19 poin. Howard juga membuat 19 rebound, Jamison 10 kali.
Kobe Bryant? Ia cuma mendulang empat poin -- walaupun membuat assist terbanyak dengan 9 kali. Ia bahkan baru melakukan lemparan pertamanya menjelang menit ketiga pertandingan. Ini adalah salah satu game teraneh dia dalam 17 tahun kariernya.
Tyson Chandler Ukir Rekor Rebound untuk New York Knicks
Selasa, 05 Februari 2013
Di pertandingan yang dimenangi timnya dengan skor 99-85 itu, Selasa (5/2/2013) pagi WIB, center berusia 30 tahun tersebut membuat 20 rebound. Yang spesial adalah, ia juga melakukannya di dua game sebelumnya berturut-turut.
Pencapaian itu membuat Chandler menjadi pemain Knicks pertama yang menghasilkan 20 rebound tiga kali secara beruntun sejak pemain legendaris Willis Reed melakukannya pada Desember 1969.
Selain Chandler, bintang Knicks lain yang juga tampil gemilang adalah Carmelo Anthony, yang menjadi top skorer dengan 27 poin. Tim besutan pelatih Mike Woodson itu pun menambahkan rentetan kemenangannya menjadi lima kali berturut-turut.
Sementara itu LeBron James dan Chris Bosh berkontribusi besar untuk membawa timnya, Miami Heat, mengalahkan tamu mereka, Charlotte Bobcats, dengan skor 99-94. James membukukan 31 angka, Bosh menambahkan 23.
Dwayne Wade juga bermain baik dengan menyumbangkan 20 angka plus 12 rebound. Bagi Heat ini adalah kemenangannya yang kesembilan dari 10 laga kandang terakhirnya di musim ini. Sedangkan untuk Bobcats, ini merupakan kekalahan keempat mereka secara beruntun, atau yang ke-12 dari 14 game terakhirnya.
Kobe Bryant, Pebasket Termuda Capai 30.000 Poin di NBA
Kamis, 06 Desember 2012
Kobe mencatatkan rekor poin ke-30.000 dan 30.0001 selama 17 tahun kariernya di Lakers adalah ketika kuarter kedua laga kontra Hornets tersisa 1 menit 17 detik.
Setelahnya Kobe jadi pebasket termuda yang mencapainya di umur 34 tahun 3 bulan dan 12 hari. Ia mengalahkan rekor eks pemain Lakers lainnya, Wilt Chamberlain, yang menorehkannya di tahun 1971-1972 dengan umur setahun lebih tua dari Kobe.
Cuma empat pemain yang mampu meraih 30.000 poin dalam kariernya. Ada Kareem Abdul-Jabbar, Karl Malone, Michael Jordan dan Chamberlain. Kareem masih jadi pemain dengan poin terbanyak sepanjang sejarah NBA dengan 38.387 poin.
Capaian yang baru saja dibuat Kobe itu pun langsung mendapat ucapan selamat dari mantan rekannya di Lakers, Shaquille O'Neal.
"Selamat untuk The Great Kobe "Bean" Bryant yang baru saja mencapai 30.004 poin selama kariernya dan masih akan terus berlanjut," demikian Shaq lewat akun twitter-nya seperti dilansir Yahoosports.
LeBron James Bosan Jadi Pemain Terkenal
Senin, 26 November 2012
“Saya belum pernah menjadi pemain yang bisa mengejutkan orang lain, di mana saat karier saya menanjak, mereka berkata ‘Siapa dia?’ Saya mengerti itu, tapi saya selalu menjadi sosok yang berkebalikan dengan itu,” ujar James, seperti dilansir Rant Sports, Senin (26/11/2012).
Pernyataan James tersebut tak terlepas dari performa gemilang shooting guard Memphis Grizzlies, Wayne Hellington dan forward Milwaukee Bucks, John Henson saat melawan Heat. James pun memuji keduanya sebagai pemain yang bermasa depan cerah.
“John Henson merupakan pemain yang hebat dan saya pikir dia akan menjadi pemain yang lebih hebat lagi. Saat melihatnya di Charlotte, dia melakukan tembakan dan airball (sama sekali tidak menyentuh ring), tapi saat melawan kami, dia malah melakukannya dengan baik,” ujar James.
“Saat kami melawan mereka, di akhir laga, Anda melihat sisi bawah papan skor, dan hal itu menunjukkan kalau karier John Henson dan Wayne Hellington sedang menanjak. Itu gila (hebat),” pungkas mantan pemain Cleveland Cavaliers tersebut.
Pada 11 November lalu, pada pertandingan lanjutan musim regular NBA, Heat ditundukkan Memphis dengan skor 86-104. Sedangkan saat melawan Milwaukee, mereka unggul 113-106. Juara bertahan NBA tersebut kini berada di puncak klasemen Wilayah Timur dengan rekor 10 kemenangan dan 3 kekalahan.
Tinggalkan NBA, Tracy McGrady Berlabuh di China
Kamis, 11 Oktober 2012
Di masa kejayaannya, McGrady pernah dua kali menjadi NBA scoring champion, dia juga tujuh kali beruntun masuk dalam skuat NBA All-Star dan merebut status NBA Most Improved Player tahun 2001. Namun dalam tiga musim terakhir dia mulai kehilangan tempat, di tiga tim berbeda yang diperkuat.
Terakhir, saat membela Atlanta Hawks, rata-rata poinnya cuma 5,3 per game, itu merupakan angka terendah sepanjang kariernya di NBA. Jatah bermainnya pun semakin minim, cuma 16 menit setiap pertandingan. Pebasket 33 tahun itu pun akhirnya memutuskan menyudahi petualangannya di NBA dan berlanjut ke liga basket China bersama Qingdao DoubleStar Eagles.
"Seiring babak baru yang saya jalani, saya antusias bisa bermain untuk Qingdao Eagles di China. Saya pernah ke China beberapa kali dan dalam beberapa tahun terakhir saya cinta pada negara dan orang-orang di sana. Menjadi sebuah kehormatan bermain untuk mereka. Terima kasih untuk seluruh fans yang telah mengikuti dan percaya pada saya," tulis pemain yang akbrab di sapa T-Mac itu pada situs resminya.
McGrady cukup dikenal publik basket China lantaran dia pernah bermain di Houston Rockets bersama Yao Ming. Kepindahannya ke China diyakini terjadi setelah dia dapat banyak masukan dari Yao Ming.
Tak diketahui dengan pasti berapa besar kontrak yang didapat T-Mac di China. Namun beberapa media China menyebut dia disodori kesepakatan bernilai US$ 1 juta untuk kontrak satu musim.