Tim asal Premier League, Queens Park Rangers menundukkan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (23/7) malam dengan skor 2-1. Gol-gol QPR diciptakan oleh Adel Taarabt dan Bobby Zamora, sedangkan satu-satunya gol Persebaya diciptakan pemain asing mereka, Fernando Soler.
Pada laga persahabatan tersebut, QPR baru memasukkan pemain anyarnya Park Ji-Sung di paruh kedua. Begitupun dengan Persebaya yang memilih memasukkan punggawa andalan mereka, Andik Vermansyah saat pertandingan menyisakan 13 menit.
Babak I
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan saat pertandingan baru berjalan. Sementara QPR terlihat bermain sabar dan mencoba mengikuti alur permainan Persebaya.
Pada menit ke-8, Persebaya mendapat peluang pertama. Berawal dari tusukan di sisi kiri pertahanan QPR, Rendi Irawan melepaskan umpan lambung ke kotak penalti QPR. Bola tersebut mampu dijangkau oleh Mario Karlovic, namun tidak menemui sasaran.
Pada menit ke-12, QPR melakukan serangan balik dengan cepat, namun, serangan tersebut hanya menghasilkan tendangan penjuru. Namun, hadiah tendangan penjuru yang didapat QPR tidak mampu dimanfaatkan dengan baik, sehingga gawang Persebaya yang dikawal Endra Prasetnya pun masih aman.
Pada menit ke-17, Gelora Bung Tomo bergemuruh, setelah Fernando Soler berhasil membawa Persebaya unggul. Berawal dari umpan lambung di sisi tengah lapangan, kiper QPR Robert Green gagal menangkap bola dengan sempurna. Soler, yang mendapat bola secara cuma-cuma, menceploskan bola ke gawang Green. 1-0 untuk Persebaya.
Tertinggal satu gol, QPR bangkit. Enggan dipermalukan, mereka mengandalkan kecepatan para pemainnya untuk berduel dengan para pemain Persebaya. Upaya mereka membuat para pemain belakang Persebaya pontang-panting menahan serangan.
Pada menit ke-26, QPR mendapat penalti setelah pemain pinjaman dari Manchester United Fabio da Silva dijatuhkan di kotak penalti. Adel Taarabt yang menjadi algojo berhasil menuntaskannya dengan sempurna. Skor pun berubah, 1-1.
Pada menit 37, peluang emas didapat Fernando Soler. Tinggal berhadapan dengan Green, sepakan soler dimentahkan oleh kiper yang masuk skuad Timnas Inggris pada Euro 2012 lalu. Persebaya pun gagal menambah keunggulan.
Saat laga memasuki menit 39, lampu Stadion Gelora Bung Tomo padam dan membuat pertandingan terpaksa dihentikan. Setelah menunggu beberapa saat, pertandingan pun kembali dilanjutkan dengan kondisi lampu yang tidak seterang sebelumnya.
Pada injury time, kedua tim sama-sama silih berganti menyerang dan mendapat peluang. Namun, tak ada tim yang mampu menciptakan gol, sehingga babak pertama pun berakhir imbang, 1-1.
Babak II
Memasuki babak kedua, QPR langsung mengambil inisiatif serangan. Tim yang pada musim lalu nyaris terdegradasi dari Premier League itu masih mengandalkan kualitas individu dan kecepatan para pemainnya.
Pada menit ke-57, Armand Traore yang berhasil menusuk melalui sisi kanan pertahanan Persebaya. Ia pun kemudian mengirimkan umpan ke kotak penalti Persebaya. Namun, bola kirimannya gagal dimanfaatkan dengan sempurna oleh para penyerang QPR, padahal Endra sudah pada posisi yang tidak menguntungkan.
Namun, pihak tuan rumah pun tak mau kalah. Mereka menunjukkan kepercayaan diri penuh dalam meladeni permainan para punggawa QPR. Beberapa kali Persebaya mampu mengelabui para pemain QPR, meskipun belum menghasilkan gol.
Pada menit ke-67, Bobby Zamora berhasil menyarangkan gol ke gawang Endra. Zamora, yang tidak terkawal, berhasil memanfaatkan umpan matang Jamie Mckie, di dalam kotak penalti Persebaya. Skor pun berubah, 2-1 untuk keunggulan QPR.
Masuknya Shaun Wright-Phillips menggantikan Clint Hill rupanya membawa angin segar bagi QPR. Beberapa kali, mantan pemain Manchester City dan Chelsea itu melakukan tusukan-tusukan yang membahayakan gawang Persebaya.
Sementara itu, pemain bintang yang ditunggu-tunggu untuk masuk ke lapangan, Park Ji-Sung akhirnya diturunkan pelatih Mark Hughes, pada menit ke-70. Namun, peran mantan pemain Manchester United itu tidak begitu terlihat di lini tengah QPR.
Pada menit 79, Persebaya mendapat peluang melalui aksi pemain pinjaman mereka, Patrich Wanggai. Setelah menyisir melalui sisi kanan, Wanggai mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti QPR. Sayang, bola justru mampu dibuang oleh pemain belakang QPR.
Pemain yang dielu-elukan pendukung Persebaya, Andik Vermansyah, memiliki peluang emas melalui akselerasi yang dilakukannya pada injury time. Namun, bintang Timnas U-22 itu gagal menyelesaikannya dengan sempurna.
Peluang Andik menjadi penutup pada laga persahabatan tersebut, karena beberapa menit kemudian wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kedudukan akhir, 2-1 untuk keunggulan QPR.
Susunan Pemain
PERSEBAYA: Green (Cerny ‘45), Onuoha, Ferdinand, Connolly, Hill (Wright-Phillips), Fabio, Taarabt, Diakite (Ji-Sung ‘70), Traore, Zamora (Ephraim ’78), Helguson (Doughty ‘45)
QUEENS PARK RANGERS: Endra (Iman ’87), Yusuf (Andik ’77), Dutra, Erol (Diego ’75), Rivelino, Taufiq, Jusmadi, Karlovic (Feri ’84), Rendi (Wanggai ‘69), Soler (Aulia Ardli ’84), Halil