/*Iklan ---------------------------------------- */

Mourinho Jalani Laga ke 500 Dengan Indah

Kamis, 14 April 2011

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho pantas bangga dengan keberhasilannya memimpin El Real melaju ke semifinal Liga Champions musim ini. Pasalnya, kemenangan 1-0 Madrid atas Tottenham Hotspur, Kamis (14/4/2011) dini hari WIB, menandai laga ke-500nya sebagai pelatih professional.

Karir kepelatihan Mou diketahui diawali saat dirinya membesut Benfica dan memulai debutnya pada 23 September 2000. Memang, pada tahun pertama karirnya, pelatih asal Portugal gagal mencatatkan prestasi. Benfica gagal diantarnya merebut gelar juara.

Pada 2002, Mou memutuskan menyebrang ke rival Benfica dan memutuskan membesut FC Porto. Nah, di klub inilah Mou mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih jempolan. Total, enam gelar juara berhasil diberikannya dalam dua tahun karir di Estadio do Dragao, termasuk sebuah trofi Liga Champions di musim terakhirnya (2003/2004).

Sukses di Porto, Mou mencari tantangan baru dengan menerima pinangan Chelsea. Kendati gagal memberikan trofi Liga Champions perdana untuk The Blues, Mourinho berhasil memberikan enam gelar domestik (Premier League, FA Cup dan Carling Cup) dalam tiga tahun masa kepemimpinannya. Di klub inilah Mou mendapat julukan The Special One.

Pindah ke ranah Italia, bersama Inter Milan pada 2008, pelatih 48 tahun langsung menunjukkan kualitasnya dengan memimpin Nerazzurri merebut double winners, scudetto dan Super Coppa Italia di tahun pertamanya. Di tahun terakhirnya (ketiga), Mou berhasil mencetak sejarah dengan memimpin Javier Zanetti dkk merebut treble, Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions.

Sukses di Inter, Mou mengejar ambisi menjadi pelatih pertama yang mampu merebut tiga trofi Liga Champions untuk kali ketiga dengan tiga klub berbeda, dengan menerima pinangan Real Madrid pada awal tahun ini. Namun, di La Liga, Mou harus merelakan rekor apiknya selama sembilan tahun yang tidak pernah menelan kekalahan di kandang harus pecah, setelah Madrid ditumbangkan Sporting Gijon di Santiago Bernabeu.

Meski begitu, tangan dingin Mou berpotensi membawanya merealisasikan ambisi besarnya di pentas Eropa dengan membawa El Real melaju ke semifinal usai menundukkan Tottenham Hotspur dengan agregat 5-0. Di laga terakhir, saat Madrid menang 1-0 lewat gol tunggal Cristiano Ronaldo, dinihari tadi, Mou diketahui tengah melakoni laga ke-500nya sebagai pelatih professional.

Namun, Mou tidak terlalu antusias menyambut laga ke-500nya dengan kemenangan. Sebab, dia mengaku berambisi mencetak 600 laga.

“Itu tidak terlalu spesial bagi saya, meski fakta mencatat saya sudah 10 tahun malang melintang di level teratas. Namun, saya ingin menembus angka 600 laga bersama Real Madrid,” ujarnya saat dikonfirmasi perasaannya berhasil mencatatkan laga ke-500.

“Soal masa depan, saya pikir masa depan saya masih di Real Madrid, karena saya masih terikat kontrak dan kelihatannya pihak klub bahagia dengan pekerjaan saya. Ya, saya memang masih ingin ke Inggris, suatu saat nanti. Akan tetapi, untuk saat ini saya ingin fokus bersama Madrid karena masih terikat kontrak tiga musim lagi,” tutupnya selepas laga.

Di babak semifinal nanti, Madrid harus melewati hadangan lawan tangguh Barcelona dalam tajuk ‘El Clasico goes to Europe’. Well, mampukah Mourinho kembali mengulang suksesnya saat memimpin Inter Milan menyingkirkan Barca, musim lalu, sekaligus juga mengulang sukses Madrid yang jadi juara pada musim 2001/2002 setelah sebelumnya mengalahkan Barca di semifinal?

Berita Terkait: