Perusahaan induk Liverpool melaporkan jumlah kerugian yang diderita tahun anggaran per 31 Juli 2009 sebesar £54,9 juta, demikian lansir BBC Sport.
Angka tersebut 34 persen lebih buruk daripada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, £40,1 juta dialokasikan untuk mengurangi nilai utang £351,4 kepada Royal Bank of Scotland (RBS) dan firma asal Amerika Serikat, Wachovia.
Selain itu, Liverpool juga harus membayar kompensasi kepada bekas CEO Rick Parry hingga £4,3 juta. Jumlah ini terbilang mencengangkan karena dua kali lipat dari jumlah yang didapat Keith Edelman saat mundur dari jabatan serupa di Arsenal. Padahal, Parry yang membawa Tom Hicks dan George Gillett Jr ke Anfiels sebelum membujuk mereka mengambilalih kepemilikan klub, 2007 lalu.
Pada perkembangannnya, rezim kepemilikan dua pengusaha Amerika Serikat itu tidak diterima fans dan kondisi Liverpool mulai limbung termasuk penampilan di atas lapangan.
Besaran utang yang dimiliki klub menjadi kekhawatiran utama, tapi hal itu seperti tahun lalu kembali ditepis. Utang Liverpool menumpuk karena Hicks dan Gillett terus berupaya mencari sumber pendanaan untuk kehidupan klub.
Tahun lalu, pasangan ini mendapatkan "fasilitas kredit" sebesar £60 juta dari RBS dengan jatuh tempo setahun. Kesepakatan itu seharusnya berakhir Maret lalu, tapi Liverpool diberi kesempatan enam bulan untuk mencari investasi baru.
Kepastian kondisi finansial pula yang ingin ditegaskan manajer Rafael Benitez sebelum memastikan masa depan bersama Liverpool. Benitez meminta dana pembelian pemain sesuai dengan apa yang didapat klub kalau menjual pemain pada bursa transfer mendatang.
Harapan finansial Liverpool muncul berkat kehadiran Standard Chartered sebagai sponsor utama mulai musim depan dengan nilai kontrak sebesar £80 juta untuk empat tahun.
Liverpool Mengalami Kerugian Lebih dari £50 Juta
Sabtu, 08 Mei 2010
Berita Terkait:
Kategori:
Bola,
Liga Inggris